What is Religious Authority


What is Religious Authority adalah buku yang sangat bagus. Pertama, saya ingin mengomentari gaya penulisannya. Alatas dapat menulis tema antropologi dengan bagus, dalam dugaan saya, karena dia akrab dengan literatur-literatur sastra. Buktinya, beberapa nama sastrawan besar disinggung dalam buku ini. Salah satunya adalah Rabindranath Tagore, penyair India yang meraih Nobel Sastra itu.

 Masih terkait gaya penulisan, buku ini juga mampu memberikan analogi sangat artikulatif dalam menjelaskan tema yang bagi sebagian pembaca akan dianggap rumit. Kerumitan itu menjadi sirna sama sekali di tangan Alatas karena dia menyajikannya dalam bentuk analogi sederhana. Misalnya dalam mengklasifikasi sebab munculnya ragam perspektif pemahaman agama, yang oleh Alatas digambarkan dengan Tuan A hingga Tuan F.

 Kedua, Alatas tidak hanya menulis karyanya, tapi juga What is Religious Authority ini dapat menjadi panduan bagi peneliti antropologi tentang bagaimana membangun struktur penulisan antropologi yang dimulai dengan narasi satu peristiwa konkrit dengan gaya penulisan yang enak dibaca (izinkan saya menyebutnya sangat sastrawi), yang kemudian dikembangkan dengan penjelasan dalam struktur teori antropologi (yang dalam buku ini, dugaan saya, antara lain menggunakan teori Otoritas dari Hannah Arendt).

 Ketiga, meskipun secara individu Ismail Fajrie Alatas sendiri merupakan bagian dari keluarga Habaib yang menjadi salah satu subjek penting penelitiannya, namun sebagai ilmuwan dan peneliti, Alatas benar-benar objektif dalam melakukan pengkajian dan pemaknaan. Dalam What is Religious Authority, para peneliti benar-benar dapat belajar tentang bagaimana menjadi peneliti yang berjarak (objektif) dengan subjek penelitiannya. Keempat, saya berpendapat, Alatas benar-benar seorang yang rendah hati. Hal ini terlihat dalam bagaimana dia bersikap saat bertemu dengan para pakar dalam rangka menyempurnakan penelitiannya.
What is Religious Authority What is Religious Authority Reviewed by Miswari on 10.36 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.