Para netizen selenge'an menghardik Mbappe dengan mengatakan bahwa selama keberadaannya di PSG membuat klub asal Paris itu malah tidak mendapatkan gelar Liga Champions. Argumentasi mereka, setelah Mbappe pindah ke Real Madrid, justru PSG juara dua kali berturut-turut. Messi dan Neymar juga turut dihardik. Mereka, sama seperti Mbappe, adalah pembawa sial ke PSG. Pernyataan itu seolah sebelum Messi-Neymar-Mbappe (MNM) hadir adalah langganan juara Liga Champions. Pret.
Padahal, kehadiran MNM yang pernah berkiprah di PSG itu sangat penting dalam rangka membangun mental juara dalam tim. Mereka adalah para pemain yang memiliki mental juara. Banyak pemain yang berkualitas, tetapi tidak punya mental juara. Buffon juga pernah singgah di PSG. Itu sangat bagus buat tim itu. Meskipun hanya satu musim di sana, kiper asal Italia itu telah memberikan satu masukan penting bagi tim PSG. Menurutnya, PSG punya semua peluang untuk menjadi juara Liga Champions, tetapi salahnya mereka tinggal di Paris. Kota itu membuat para pemain sibuk dengan urusan di luar sepak bola.
Sebelumnya, PSG hanya dikenal sebagai sebuah klub yang punya uang banyak, tapi tidak punya filosofi kuat dan tanpa mental juara. Kehadiran MNM membuat tim itu memiliki karakter. PSG yang sebelumnya hanya dilihat sebagai tim yang hanya mengandalkan uang, mulai disegani sebagai sebuah tim yang memiliki filosofi permainan dan mulai membangun mental juara. Hingga akhirnya berhasil menjadi juara Liga Champions secara berturut-turut.
Sebelum PSG ada Manchester City. Klub asal Inggris itu juga awalnya hanya dikenal sebagai klub yang tiba-tiba besar karena dibeli oleh juragan minyak asal Arab. Dan memang benar, punya banyak uang lalu membeli pemain-pemain mahal untuk setiap posisi tidak otomatis membuat sebuah klub menjadi juara. Yang dibutuhkan untuk menjadi juara adalah membangun tim yang bermental juara. Itu adalah urusan paling sulit dan menjadi penentu menjadi juara, juara Liga Champions.
Manchester City butuh waktu dua dekade untuk menjadi tim juara. Meskipun Liga Inggris sudah sering didapatkan, untuk menjadi juara sejati mereka harus berjuang keras. Dalam proses menjadi juara, yang sangat penting adalah membangun atmosfer juara, yakni membangun tim menjadi sebuah klub dengan mental juara. Dalam usaha itu, peran pemain dengan mental juara seperti Kompany, Silva, dan Aguero sangat penting. Merekalah yang telah menjadi pilar yang membangun dan menopang Manchester City menjadi tim dengan mental juara. Sebab itulah, meskipun setelah mereka pergi barulah Manchester City menjadi juara Liga Champions, namun yang menjadi legenda klub adalah mereka.
Para pemain yang bermental juara itu selama sekitar satu dekade telah membangun atmosfer juara bagi Manchester City. Keberadaan mereka persis seperti MNM di PSG. Jadi, menghina Mbappe karena setelah dia pergi barulah PSG juara dan seolah ketika berada di PSG dia menjadi penghalang klub itu menjadi juara Liga Champions, itu adalah kekonyolan ganda. Sarap. Kekonyolan pertama adalah menganggap seolah sebelum kedatangan Mbappe, PSG adalah langganan juara Liga Champions. Kekonyolan kedua, itu seperti menganggap Kompany adalah penghalang Manchester City meraih juara Liga Champions.
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments