MUSMARWAN ABDULLAH

Kita terkadang cemburu dengan Musmarwan Abdullah yang buku-bukunya diterbitkan Gramedia. Ingin rasanya menghubungi Arafat Nur menanyakan apa mungkin naskah saya diterbitkan di sana. Saya merasa layak, kalau orang Kembang Tanjong bisa menerbitkan bukunya di Gramedia, kenapa orang Matangglumpangdua tidak.

Kemarin ke Medan. Di Lapangan Merdeka ketemu buku legendaris, 'Seulawah: Antologi Sastra Aceh'. Saya terkejut menemukan sebuah cerpen yang ditulis Musmarwan Abdullah. Judulnya 'Mentari yang Hilang'. Ceritanya sangat bagus. Saya mulai paham bahwa Musmarwan Abdullah adalah "pemain lama".



Antologi itu terbit 1995. Bahkan cerpen Musmarwan Abdullah ditulis 1991. Saya membayangkan berapa umurnya waktu menulis cerpen itu. Mungkin benar yang dinarasikan di dalam cerita, tiga belas tahun?

Kalau banar cerpen itu ditulis pada umur tiga belas, dan dimuat bersama sastrawan besar sepertu Taufiq Abdullah, Ali Hasjmy, Fikar W. Eda,  L.K Ara, Taufiq Ismail, Abdul Hadi WM, maka sungguh tak layak saya cemburu pada Musmarwan Abdullah. Karena saya sendiri, pada umur tiga belas, jangankan menulis, apalagi menulis cerita pendek, apalagi sebagus 'Mentari yang Hilang', membaca saja saya belum bisa. Umur segitu saya masih main abu.

Tetapi yang berhak saya cemburui adalah, Musmarwan Abdullah hanya tinggal di Kembang Tanjung. Hanya di sebuah kecamatan yang tidak diketahui letaknya di mana kalau mau ke Banda, tetapi karyanya terbit di Gramedia. Menurut saya itu pukulan bagi mereka yang tinggal di Sigli, dan kota kota kabupaten lainnya, pukulan lebih telak lagi bagi warga kota provinsi Banda Aceh: tinggal di kota kok engga punya karya. Apa seharian yang dilakukan?

Sehari-hari kita memang hanya melakukan pekerjaan yang sama dengan hewan: makan, tidur, ee. Ups, tetapi ada yang bisa kita lakukan, yang hewan tidak lakukan: menggosip. Kalau hal yang tidak dilakukan hewan tetapi kita dapat lakukan, pertahankanlah, meskipun hanya menggosip. Karena, itulah yang membedakan kita dengan hewan. Karena memang menggopis itu nikmat. Ya, begitulah...
MUSMARWAN ABDULLAH MUSMARWAN ABDULLAH Reviewed by Miswari on 11.45 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.