Apa yang dipesankan dalam 'Spiderman Far From Home' adalah harapan ideal yang yang kau impikan akan dapat diraih. Tapi tidak pada hal-hal teknisnya. Peter ingin mengungkapkan cinta kepada Marry Jane di puncak Menara Eifill dalam suasana yang sangat elegan dan romantis. Tapi yang terjadi adalah Peter mendapatka ciuman Marry di Jembatan London yang sedang penuh puing, dengan kondisi mereka yang amburadul. Tetapi tetap romantis. Malah sangat mengharukan.
Dalam Spiderman edisi awal, Peter sudah tahu bahwa semakin besar kekuatan yang dimiliki, maka semakin besar tanggungjawab yang perlu diemban. Pater selalu ingin mengelak dari tanggungjawab itu. Maklum. Dia masih remaja. Teman dan pacar adalah segalanya baginya. Dan memang keinginan alami manusia tidak banyak: teman, keluarga, dan tetangga yang ramah dan baik.
Apa yang dipesankan pada kalimat terakhir tokoh antagonisnya adalah keseluruhan tema Far From Home. Bahwa manusia di masa depan akan mempercayai segala hal. Makanya si antagonis mengamdalkan imajinasi empat dimensi. Yang nyata dan ilusi akan sama bagi manusia. Sebab itulah, Marvel sangat paham hal tersebut, mereka tidak hanya mengemban tugas menghibur manusia, tapi juga memberikan pesan pendidikan yang tinggi. Karena, di masa depan, film adalah sarana pendisikan yang meskipun hanya berdurasi seratus menit, akan lebih mampu mendidik manusia dibandingkan bangku sekolah selama sepuluh tahun.
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments